New to site?


Login

Lost password? (X)

Already have an account?


Signup

(X)

[Riksa Uji Forklift]

riksa uji forklift
18
Mar 2020

Riksa Uji Forklift

Riksa Uji Forklift adalah pengujian dan pemeriksaan pada forklift yang dilakukan secara berkala. Riksa Uji ini bertujuan untuk mengetahui kondisi Layak Pakai sebuah forklift yang merupakan asset perusahaan.


PT Khazhen Global Indonesia membantu perusahaan dalam Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang akan mewujudkan Budaya K3 di Perusahaan, serta secara berkelanjutan akan membantu penerapan Undang-undang terutama dibidang keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku di Indonesia berdasarkan undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan peraturan pelaksanaannya pada Permen No. 4/MEN/85 Tentang Pesawat Angkat dan Angkut.

Tujuan Riksa Uji Forklift

  1. Memenuhi persyaratan Peraturan Perundangan yang berlaku
  2. Menguji kelayakan Pesawat Angkat & Angkut
  3. Mencegah, Mengurangi bahkan menghilangkan resiko kecelakaan kerja (zero accident)
  4. Memeriksa dan menguji kekuatan konstruksi (Integritas Structur)
  5. Membuktikan kestabilan dalam operasi
  6. Untuk mendapatkan sertifikat / ijin Pemakaiasn atau Resertifikasi berkala

 

Dasar Hukum Riksa Uji Forklift

  1. Undang-undang No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan
  2. Permenaker No. 05/MEN/1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut
  3. Permenaker No. 09/MEN/2010 tentang Kualifikasi dan Syarat-syarat Operator
  4. Standar Internasional

 

Proses Riksa Uji Forklift :

1. Pemeriksaan Data/Verifikasi

  • Data Umum.
  • Data Teknis.
  • Gambar Konstruksi
  • Wiring Diagram
  • Design Kekuatan konstruksi
  • Sertifikat bahan
  • Safety Defice
  • Data perhitungan teknik

 

2. Pemeriksaan Visual

Pemeriksaan visual menyeluruh sesuai data checklist forklift untuk mendapatkan data fisik, spesifikasi dan toleransi dari komponen dan performanya sesuai standar yang digunakan.

3. Pemeriksaan NDT (Not Destructive Testing)

Seluruh komponen utama atau komponen yang menerima beban atau komponen yang diragukan kekuatannya/kemampuannya.

4. Pengujian Beban

a. Uji Beban Maksimal / SWL (Uji Dinamis) :
Secara bertahap (25/50/75/100% x SWL)
Pesawat angkat dapat digerakkan sesuai dengan fungsinya

b. Uji Beban Lebih (Uji Statis) :
Beban 125 % x SWL
Beban 110 % x SWL
Pesawat tidak digerakkan, beban diangkat kuranglebih 50-100 cm
Beban ditahan selama 10-15 menit dan diukur kembali untuk melihat terjadi penurunan atau tidak

5. Pemeriksaan setelah pengujian

6. Laporan

Pemrosesan untuk pembuatan SILO

 

Untuk informasi mengenai harga riksa uji silahkan hubungi :

Eko : 0812-9859-2200

Dwi : 0852-2840-7010


Related Posts
Leave A Comment

Leave A Comment